Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 19, 2017

Viola Davis and her first Oscar in "Fences" (2016)

Gambar
I said her "first" because I'm absolutely sure Viola is taking another golden-man in her next movies. Oh, how I love Viola Davis! She stole my attention when she starred in Doubt (2010). Her scene was short but she did bring an intensely emotion-squeezing moment (which seems to be her forte as an actress). For that part, she earned an Oscar nomination.
Her second nomination came 3 years later in "The Help", a perfect mixture of drama and comedy. I watched "The Help" 11 times and bought 2 books: the English and Bahasa version. Although Viola showed us once again that she is undoubtedly a brilliant actress, her co-star Octavia Spencer took the Oscar home thanks to her killing line "Eat my shit!"
Five years later, the Academy gathered these two actresses (including Emma Stone, who also starred in The Help) in the same nomination: Best Supporting Actress. Octavia, who delivered a comical-mixed solemn performance in "Hidden Figures", was …

Gravitasi lewat kreasi: Kamera smartphone bukan cuma buat selfie!

Gambar
Oleh Joseph Reinaldo Lolong
Isaac Newton, seorang fisikawan besar dunia,  pernah mengatakan bahwa setiap benda yang memiliki massa di jagad raya ini, pasti memiliki gaya untuk menarik partikel lainnya. Inilah yang kemudian hari dikenal sebagai Hukum Gravitasi Newton; sebuah dalil fisika yang telah membantu manusia memahami dunia dan alam semesta secara lebih mendalam.
Sewaktu SMA, saya menganggap hukum ini sebagai rumus semata tanpa relevansi dengan kehidupan sehari-hari. Tetapi sewaktu saya berkuliah di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Yohanes Surya yang waktu itu menjabat rektor kami, berujar: Hukum Gravitasi juga berlaku dalam diri kita masing-masing. Manusia adalah "benda bermassa" sehingga punya gaya untuk menarik "benda-benda lainnya."  Bagi saya, ini berarti kita punya potensi untuk menarik hal-hal positif yang dimiliki hidup ini. Laksana matahari yang gravitasinya menjaga Bumi dan ketujuh planet lainnya tetap dalam harmoni tata surya, kita pun bisa men…

Self-reflection: Hidup bergerak maju atau stuck di tempat?

Gambar
Setelah hampir dua tahun melepas pekerjaan sebagai pegawai swasta dan beralih menjadi full-time self-employed dan freelancer, gue sering merasa galau soal karir gue. Pertanyaan yang sering menghantui gue dan bikin gue galau adalah: apakah gue bertumbuh? The English is "to progress" yang gue terjemahin sebagai "bertumbuh" (terjemahannya ga enak memang, I know :P)
Sewaktu bekerja sebagai pegawai kantoran, gampang banget menilai apakah diri gue membuat kemajuan dalam karier. Indikasinya jelas: kenaikan gaji, promosi jabatan atau dua-duanya. Dua tahun bekerja sebagai pegawai kantoran, jabatan gue masih sama: multimedia designer. Tapi gaji gue mengalami penaikan signifikan tiap tahunnya. Ada juga hal-hal yang agak susah untuk diukur, misalnya kemajuan skill desain dan social skill gue. So yes, I did progress quite a lot that time.
Nah, sebagai freelancer, gue nggak punya jenjang karier dan pendapatan yang pasti. Jadi bagaimana gue bisa mengukur progress gue? Apa indikator…