Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Alasan kenapa gue memilih melanjutkan kuliah ke Australia…

Gambar
Halooo, lama tak nggak update! Tahun 2016 ini merupakan tahun yang cukup sibuk buat Ray dan gue - ada banyak drama yang terjadi di dalam hidup kita berdua (bah!) khususnya Ray yang masih vakum menulis. Nggak apa-apa yaaa… Berhubung gue udah extend lagi domain ini buat satu tahun mendatang, jadi gue memutuskan untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Cerita terbaru yang ingin gue bagi yaitu soal pengalaman gue berburu beasiswa demi melanjutkan S2 sampai akhirnya diterima di Monash University Australia dan berhasil mendapatkan beasiswa LPDP (applause, anyone?)
Australia. Oke, jujur sebelumnya gue nggak menganggap negara (atau benua?) ini ada. Sejak mulai serius mempersiapkan diri buat kuliah lagi di 2013 (iya, selama itu!) gue selalu nge-skip Australia sebagai negara tujuan. Gue nggak memilih Amerika karena S2 disana sebagian besar mensyaratkan GRE and God knows I was already depressed enough trying to reach the ideal IELTS score! Waktu itu kiblat gue adalah Eropa dan negara-negara b…

The Sixth Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2016: With Flowers, We Greet The World

Gambar

Oh, jadi kamu orang Manado? (Dan makna di balik pertanyaan itu...)

Gambar
Tahun 2008 lalu gue akhirnya kembali lagi ke Jakarta setelah menghabiskan 10 tahun di Manado. Setelah kuliah, gue lanjut kerja selama kurang lebih 3 tahun. Awalnya, gue memang harus banyak menyesuaikan diri. Meski sebelumnya gue rutin berkunjung ke Jakarta setahun sekali, itu nggak cukup karena "tinggal di Jakarta" (dan akhirnya jadi penduduk Jakarta) dengan "berlibur di Jakarta" itu beda.
Salah satu hal paling mencolok yang gue rasakan adalah masalah latar belakang gue yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Gue sebetulnya tidak menyadari perbedaan ini sampai ada yang terang-terangan memberitahu gue. Yang paling sering misalnya: "Eh, lo kok putih banget? Pake Frutablend ya?" Dan bingunglah gue menjawab pertanyaan itu karena gue nggak merasa putih-putih amat, apalagi pakai Frutablend.
Akibatnya, banyak teman gue yang sama-sama berasal dari Manado juga yang disangka keturunan Tionghoa tak lain tak bukan karena kulit kami yang cenderung lebih terang. Teman…

Jadi freelancer, oke nggak sih?

Gambar
Freelance. Sebuah istilah yang punya sejuta makna. Kalo gue nyebut kata itu, apa yang muncul di pikiran lo? Duduk-duduk seharian terus ditimpuk duit segepok? Meski nista nian pemikiran macam itu tapi nggak bisa dipungkiri kalau banyak orang yang masih berpikir menjadi freelancer adalah solusi mudah untuk mendapatkan duit selain jadi karyawan / kerja kantoran.

Sejak awal 2015 lalu, status gue beralih dari yang sebelumnya pegawai swasta nan cetar membahana dari sebuah mall papan atas di bilangan Jakarta Barat dengan pendapatan tetap kena pajak (oke cukup lebainya) jadi freelancer. Kenapa gue jadi freelancer, nah itu bakal kita bahas di sesi lainnya, soalnya ceritanya cukup panjang dan mengiris hati. Well, nggak 100% nge-freelance sih karena gue juga punya usaha fotografi & videografi DojoCreative.
Setelah menjalani kehidupan sebagai freelancer selama kurang lebih 1,5 tahun, gue merasa udah cukup mendapatkan gambaran gimana sih sejatinya kerja sebagai seorang freelancer itu. Meski gue …