Postingan

Menampilkan postingan dari November 1, 2015

Thank you for the rain

Gambar
Akibat pengaruh El Nino yang melanda Indonesia dalam tiga bulan belakangan ini, terjadi musim kemarau panjang di sebagian besar wilayah negeri ini. Gue sendiri sebetulnya kurang paham apakah El Nino ini ada hubungannya dengan bencana kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan yang memicu bencana kabut asap yang sungguh memprihatinkan itu. Tapi selain bencana kabut asap, satu hal yang sudah pasti ditimbulkan oleh si El Nino ini adalah keringnya sumber-sumber air.
Berita kekeringan ini sudah sering bermunculan di kolom-kolom berita dan setiap saluran televisi nasional. Pada awal Agustus lalu, gue menyaksikan sendiri penderitaan orang-orang di Jawa dan Nusa Tenggara akibat bencana kekeringan. Waktu itu gue masih bersikap acuh. I thought, well, ini memang lagi musim kemarau. Wajar saja terjadi kekeringan.
Until that disaster hit my hometown too.
Sepertinya bencana kekeringan ini memang nggak pandang bulu. Entah bisa dibilang karma atas sikap cuek gue yang tidak pada tempatnya atau memang Tuh…

WHAT'S ON TV: MR SELFRIDGE

Gambar
Gue nggak pernah menggunakan istilah ini dalam review but I guess there's always be the first time, right? Nah, kata yang tepat untuk menggambarkan serial TV ini adalah: INSPIRASIONAL.
Buat yang masih bingung apa itu Selfridges, di Indonesia ini contohnya kayak Hypermart atau Carrefour, tapi versi yang lebih mentereng. Kalo di Amrik sono mungkin macam Wal-Mart gitu.
Pas baca sinopsisnya, gue ragu buat nonton serial ini. Seems rather boring. Karena pernah dua tahun kerja di mall, gue kurang lebih tahulah gimana rasanya kerja di department store. Iya sih emang nggak mirip, tapi menurut gue somehow nyerempet-nyerempet. 
Seperti kebanyakan serial dari British, episode per season dari Mr Selfridge pun tergolong irit. Cuma 10 episode. Tapi 10 episode itu sukses bikin gue ketagihan. Cerita dimulai pada hari grand opening toko Selfridge ini. Di serial ini diceritakan bagaimana si Harry Selfridge menghadapi berbagai macam tantangan dalam mengelola department store miliknya. Bagaimana cara dia…

A New Beginning

Sebuah awal baru, itulah kira-kira terjemahan judul yang sok enggres dari posting gue kali ini.
Di hari Minggu ini, after weeks of self-reflection, gue memutuskan untuk menulis tentang pengalaman gue setelah sepuluh bulan di Manado-Tomohon, Sulawesi Utara.
Bulan Desember 2014 kemarin, gue memutuskan untuk resign dari kantor gue di Mall Taman Anggrek Jakarta dan pulang ke kampung. At that moment, I wasn't really sure that I want to return. Pas itu yang ada di pikiran gue adalah, well, udah 6 tahun gue nggak pulkam so I better return home this Christmas sebelum gue dicap anak durhaka dan dikutuk jadi batu.
Sampai Januari 2015 ini, gue masih delapan puluh persen yakin gue bakal balik lagi ke Jakarta. I had several offers dari beberapa perusahaan lain untuk posisi desainer dengan gaji yang (jauh) lebih besar and, not to mention a teaching offer by Untar yang nongol di akhir Januari. Saat itu gue sangat senang. Gue merasa sangat dekat untuk meraih mimpi gue menjadi dosen. I'm dying to…