Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 25, 2015

Pengan datang tapi nggak diundang...

Kali ini gue bakal bercerita tentang suatu peristiwa kondangan. Oke, dari judulnya kalian mungkin menduga-duga gue bakal ngomongin kondangan mantan yang mana gue kepengen datang tapi nggak diundang. Hmm, sayangnya sampai saat ini gue masih jomblo ting ting yang belum pernah merasakan (nikmatnya) pacaran so, yang tadi sotoy, selamat, lo salah. Hehehe...
Jadi ceritanya bulan Agustus kemarin salah seorang temen gue, sebut saja Jes, nanya ke gue soal foto dokumentasi. Gue, Jos, ketemu si Jes ini waktu di SMP, sempat terpisah pas SMA dan akhirnya dipersatukan kembali di bangku kuliah. (Oke lebay). Kalo dibilang temen deket sih nggak, tapi menurut gue (yes, dua kata barusan di-italic) kita temenan cukup akrab. Apalagi pas zaman kuliah. Kita satu kelompok ospek bareng dan karena sama-sama berasal dari daerah, gue merasa nyaman ngobrol sama dia pake bahasa daerah (ngana kita torang lalampa rica-rica). Kita juga punya mimpi yang sama, yaitu sama-sama pengen abroad. Gue pengen study di luar negeri (yang sam…

Album Review: Roman Reloaded - The Minaj Way!

Gambar
Sebetulnya saya tidak begitu antusias ketika pertama kali mengenal Nicki Minaj lewat debut albumnya: The Pink Friday. Berhubung saya bukan penggemar (berat) Rap, saya menganggap Minaj hanya sebagai crosspasser. Kita akui saja, rap bukan dunia untuk penyanyi wanita! Kalaupun ada segelintir yang eksis - seperti Missy Elliot - mereka telah menempuh perjalanan jauh sehingga bisa terus dikenal.

Well, sepertinya formula kerja keras menahun tidak berlaku untuk Minaj. Bagi saya, yang sebetulnya dibutuhkan untuk menggebrak industri musik adalah sesuatu yang inovatif, fashion-oriented dan easy-listening.
Dan sepertinya Nicki Minaj paham betul soal trik ini.

Sebelumnya saya harus berterima kasih untuk Rihanna yang telah mempopulerkan kepada dunia genre Electro Hip Hop [Siapa yang tidak ingat "Umbrella"?] Penggabungan musik elektronik serta ocehan dan tone menghentak dari hiphop ini terbukti menjadi genre ampuh yang selalu berhasil memikat pendengar.

Saya rasa, Roman Reloaded mencoba …

Mungkin Sudah Saatnya...

Hari ini Senin. Dua puluh enam Oktober...

Entah mengapa gue mendadak teringat akan blog ini,
sebuah blog yang pernah gue kelola dengan penuh semangat
dua tahun lalu.

Honestly, gue nggak bener-bener ninggalin blogging.
Tahun 2012, gue "berkhianat" ke Tumblr gara-gara
kepepet perlu blog yang bener-bener representative buat portfolio gue.
(Secara yang ini isinya udah acak adul).
Alhasil dua tahun ini, Tumblr itulah yang gue maintain.

Malam ini, gue merasa iseng pengen membuka kembali blog ini.
And you know what, it's still there!
Although it didn't show up anymore when I typed "Land-of-Fab" in Google.
It was a funny feeling seeing it there, di dunia maya.

Oke.
Hari ini gue berjanji untuk lebih banyak posting pakai Bahasa Indonesia.
Less English, although sometimes I cannot help it.
Bukannya sok kebule-bulean, tapi entah kenapa
kayaknya kurang greget aja (iyah, emang sok kebule-bulean).

A lot of things happened since the last time I posted something
in this bl…