Perlukah menyewa seorang penulis untuk blog?


Jasa penulisan artikel untuk blog
Sumber gambar: websitewishlist.net
Beberapa hari belakangan ini, saya melihat kemunculan satu pola yang tidak biasa dalam email yang dikirim rutin sebuah situs freelance lokal dimana saya bergabung. (Oh, ngomong-ngomong saya menulis dalam bahasa Indonesia lagi lho!) Dalam penawaran kerja sambilan tersebut, saya mengamati banyak sekali permintaan penulisan artikel untuk blog atau website.

Bayaran untuk pekerjaan ini cukup beragam. Ada yang menawarkan sekian puluh ribu untuk dua belas artikel dan harus diselesaikan dalam satu minggu. Ada juga yang setuju membayar hingga jutaan rupiah untuk sejumlah artikel. Satu hal yang seragam, semuanya mensyaratkan SEO friendly.

Saya sudah menulis sejak kelas 4 SD dan mulai mengenal dunia blogging sejak 2009 lalu. Oke, memang ada hiatus yang cukup lama dari 2012 hingga 2014 kemarin. Namun kecintaan saya terhadap menulis membuat saya nggak betah lama-lama berpisah dari nge-blog.

Beberapa pertanyaan muncul di benak saya melihat fenomena di atas. Nah, seperti ciri khas Land of Fab, saya akan menyajikannya dalam urutan nomor.

1. Wah, banyak juga ya!
Ya, permintaan untuk jasa penulisan artikel belakangan ini saya rasa meningkat dengan pesat. Bagi saya ini berarti satu hal, semakin banyak orang yang memiliki blog dan website. Temanya pun beragam, dari teralis pagar sampai nanoteknologi. Di satu sisi, saya menyambut positif tren ini, tapi sebagai sesama manusia, saya tetap penasaran. Kok bisa sampai sebanyak itu sih? Sehaus itukah kita sekarang ini akan informasi sehingga setiap sudut dunia maya yang mungkin untuk ditongkrongin artikel akan diembat? Saya sempat tergelitik menuduh kebutuhan untuk mencari keuntungan lewat iklan online semacam Google Adsense mungkin salah satu alasannya.


2. Kok bayarannya "ajaib" ya?
Untuk setiap hari menulis sebuah artikel yang murni berasal dari pemikiran sendiri itu tidak mudah. Seringkali saya menghabiskan berjam-jam (apalagi untuk artikel berbahasa Inggris) di depan komputer hanya untuk menulis satu artikel. Memang betul seperti yang sudah saya sebutkan bahwa bayaran untuk jasa penulisan ini beragam, tetapi kebanyakan "nyeleneh". Dari hasil pengamatan saya, kisaran harga yang paling banyak ditawarkan itu dari Rp100.000,- hingga Rp300.000,- untuk sekurang-kurangnya delapan artikel yang masing-masing terdiri dari minimal 400 kata. Jika mau dirata-rata, ini artinya Rp20.000,- per artikel.

Harga tersebut menurut saya cukup kelewatan. Apalagi mengingat artikel-artikel ini diwajibkan SEO friendly. Beberapa bahkan mensyaratkan tidak boleh copas dari situs-situs lain. Yang membuat saya semakin bingung, ada saja orang yang tertarik. Saya jadi bertanya-tanya, seperti apa gerangan artikel orisinal seharga Rp20.000,- yang SEO friendly ini. Disisi lain saya juga sedikit terusik, apa memang saya yang njelimet dalam menulis atau memang semudah itukah menulis suatu artikel yang layak dibaca?


3. Mau punya blog tapi kok enggan menulis?
Alasan saya membuat blog enam tahun silam adalah karena saya gemar menulis dan ingin membagikan tulisan-tulisan saya. Tidak ada jaminan bahwa artikel-artikel dalam blog saya ini bermanfaat tapi jujur saya senang-senang saja setiap kali mengecek statistik pengunjung dan menemukan ada saja orang yang melirik tulisan saya.

Para pemilik blog yang menyewa jasa penulis ini membuat saya tertegun. Bagi saya memang tidak ada salahnya menyewa penulis. Hal itu sah-sah saja kok. Hanya saja rasanya kok agak ironis ya, ingin punya blog yang kaya artikel tapi enggan menulis. Artikel memang menjadi inti dari sebuah blog, tapi artikel yang seperti apa, nah bagi saya itulah yang menjadi daya tarik utama. Saya dan Ray selalu mengutamakan artikel yang tailor made, karena kami ingin Land of Fab menjadi blog yang punya identitas. Memang terdengar idealis, tapi hal ini terasa sangat krusial bagi kami. Bukan berarti saya menilai artikel-artikel yang ditulis oleh penulis lepas kualiasnya buruk, lho.

4. Orisinal atau tidak?
Ini juga menjadi topik yang patut disorot. Menurut Worldometers, ada sekitar 3.790.000 artikel yang muncul hari ini (14 Desember 2015) dan jumlahnya terus bertambah. Memang topik-topik yang layak dijadikan artikel juga luar biasa banyak, tapi bukankah ini justru menjadi celah untuk plagiarisme? Sayangnya isu jiplak-menjiplak ini termasuk "tabu" di Indonesia. Seseorang bisa saja copy paste sebuah artikel dari blog atau website lain, memodifikasi isinya sedikit lalu menerbitkannya menggunakan nama mereka sendiri. Jika ditanya, kok isinya mirip artikel di blog ini, mereka dengan bangga berdalih, "Ya, namanya juga terinspirasi!"

Kalau soal hak cipta, jujur saya masih sering men-comot gambar dari Google Image. Tapi sebisa mungkin saya sediakan sumbernya. Namun kali ini saya ingin membahas soal isi artikelnya.

Bukannya saya sok terdengar idealis. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya, ada banyak hal yang bisa ditulis menjadi artikel menarik jika kita bersedia "bekerja" sedikit. Oke, mungkin ini sedikit berhubungan dengan kreativitas, tapi intinya jika bersedia meluangkan tenaga, saya yakin kita bisa menemukan banyak sekali hal yang punya potensi bagus dijadikan tulisan. Tidak perlu menulis hal-hal yang hebat atau topik-topik berat. Cerita-cerita sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sebetulnya sudah cukup menarik kok. Tidak percaya? Coba baca novel-novel karya Raditya Dika atau Alexander Thian.

Salah satu syarat utama artikel untuk blog: SEO Friendly
Sumber gambar: linking-service.com
Akhir kata, saya tidak menganggap tindakan untuk menyewa penulis untuk membuat artikel di blog atau website sebagai suatu tindakan yang salah. Jika dirasa perlu, silakan saja. Selama tidak melanggar prinsip-prinsip menulis dan hak cipta, bagi saya itu tidak masalah. Malah sangat positif mengingat ini artinya lapangan kerja bagi mereka yang punya bakat menulis tapi belum kesampaian "menguangkan" hobi mereka.

Jika ditanya apa saya tertarik menyewa penulis untuk mengisi Land of Fab, dengan tegas akan saya jawab, "Tidak, terima kasih." Selama saya masih kuat menulis dan sanggup menemukan hal-hal yang bagi saya layak dijadikan tulisan, saya akan tetap menulis. Saya yakin Ray juga berpendapat begitu. Kalaupun suatu hari nanti saya kehabisan ide, biarlah itu menjadi akhir dari Land of Fab. Tapi saya janji, hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.


Selamat menulis!