Film Asik: STAR WARS THE FORCE AWAKENS

Official poster STAR WARS THE FORCE AWAKENS
Sumber gambar: pinkisthenewblog.com
Setelah lama menunggu, akhirnya saya berkesempatan menonton episode terbaru - atau lebih tepatnya episode ketujuh - dari salah satu franchise film paling populer di dunia: STAR WARS.

Saya berkenalan dengan STAR WARS sewaktu kelas 4 SD, dimulai dengan Episode I: The PhantomMenace, lalu berturut-turut Episode II dan IIIEpisode IV, V dan VI saya tonton secara maraton lewat DVD. Sebagai seorang penggemar teknologi dan segala sesuatu yang berbau "luar angkasa", film-film STAR WARS memuaskan segala fantasi tergila saya terhadap hal-hal yang memang saya "gilai". Jadi jika ditanya seberapa suka-nya saya soal STAR WARS, saya akan jawab: MANIAK.

(Oke, silakan panggil saya "nerd").

Saya akan mencoba obyektif soal THE FORCE AWAKENS (meski saya akui sulit). Bagi yang sama sekali baru mengenal STAR WARS, saya tidak menyarankan langsung menonton Episode VII ini karena Anda mungkin akan sedikit kebingungan tentang sejumlah tokoh "langganan" dari film ini seperti Han Solo, Princess Leia, Luke Skywalker, Chewie bahkan duo C-3PO dan R2-D2.

Kehadiran mereka kembali dalam Episode VII ini jelas merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Saya bersorak sambil bertepuk tangan (dan, sedikit air mata) ketika Harrison Ford muncul bersama Chewbacca di pintu Millenium Force, begitu juga ketika Carrie Fisher datang bersama C-3PO. Kedua aktor gaek ini adalah pemain-pemain inti film STAR WARS terdahulu dan sebetulnya tidak ada yang berharap mereka akan muncul lagi, mengingat ada rentang waktu sepanjang 38 tahun sejak pertama kali mereka membintangi STAR WARS. Tapi ibarat sayur tanpa garam, STAR WARS bukanlah STAR WARS tanpa mereka. Saya menyambut gembira kemunculan mereka yang tidak dipaksakan, melainkan mengalir alami sebagai bagian dari plot.

Mark Hamill dan Carrie Fisher yang memerankan Luke Skywalker dan Princess Leia,
foto sebelah kiri diambil tahun 1977 ketika film pertama STAR WARS muncul,
foto sebelah kanan adalah foto terbaru (2015)
Sumber gambar: Google Image

Bagi para penonton perdana STAR WARS, film ini cukup bisa dinikmati. Saya angkat topi untuk J.J. Abrams yang bisa membuat bridging yang baik antara Episode VII ini dengan keenam episode lainnya sehingga penonton baru tidak betul-betul "lost in a far far away galaxy". Sesuai judulnya, STAR WARS menyajikan "perang bintang" sungguhan. Jika Anda penggemar film laga, ini bisa jadi tontonan yang memuaskan. Mulai dari pertarungan satu lawan satu (menggunakan pistol laser hingga pedang!) sampai adegan baku tembak antar pesawat jet luar angkasa, semuanya bisa Anda temukan lewat STAR WARS. Tidak seperti Jurassic World, efek CGI di STAR WARS betulan pol dan rapi.

Drama yang dibangun pun terbilang lumayan oke, tidak terkesan dipaksakan atau terlalu menguras emosi. Bagi saya pribadi, drama memang bukan inti dari film-film STAR WARS sehingga kadarnya dalam Episode VII ini dapat dimaklumi. Spoiler alert: Han Solo, salah satu karakter paling dicintai oleh penggemar STAR WARS, meninggal dalam film ini.

Akting aktris pendatang baru Daisy Ridley yang didapuk sebagai karakter utama Rey, berperan cukup apik. Usia Ridley yang lebih muda ketimbang Mark Hamill sewaktu pertama kali memerankan Luke Skywalker, dipadu dengan parasnya yang aduhai plus sentuhan aksen British yang sexy, membuatnya mampu menarik minat penonton. Selamat untuk aktris muda ini karena, sama seperti Mark Hamill pada 1977 silam, keikutsertaannya dalam STAR WARS episode terbaru ini sudah pasti akan melejitkan namanya di perkancahan Hollywood. John Boyega yang memerankan Finn (karakter side-kick) tampil total disini. Spoiler alert: Lupita Nyong'o muncul sebagai alien di STAR WARS kali ini. Awalnya saya tidak menyadari kehadiran salah satu pemenang Oscar 2013 ini!

Rey (kiri) dan Finn (kanan) adalah dua karakter utama dalam film terbaru STAR WARS.
Mereka adalah karakter baru yang belum muncul di film-film sebelumnya
Sumber gambar: newsarama.com

Spoiler alert lagi: Ada Iko Uwais dan Yayan Ruhian disini! Meski tampil singkat, akting mereka oke dan tentu saja bikin bangga Indonesia.

Bagian yang kurang dari film ini bagi saya adalah bumbu dramanya. Lucunya, saya tidak terlalu "tersentuh" oleh kematian Han Solo karena sebetulnya hal ini sudah sedikit bisa ditebak di awal-awal adegan. Kematian itu sudah bisa diantisipasi sehingga efek dramatisnya kurang terasa. Padahal Solo adalah salah satu karakter kunci yang paling dicintai dalam STAR WARS. Saya masih lebih sedih saat Dumbledore dibunuh oleh Snape di Harry Potter, meskipun sudah tahu dari bukunya.

Begitu juga peralihan John Boyega sebagai Finn yang awalnya adalah seorang Stromtrooper (karakter jahat) yang begitu cepat berubah menjadi baik ketika melihat para Stromtrooper merusak sebuah desa. Rasanya kok mudah sekali ya berubah menjadi baik. Ini terasa cukup kontras ketika Kylo Ren, si antagonis utama membunuh Han Solo. Spoiler alert: Ren adalah anak dari Han Solo dan Solo sudah berupaya menyadarkan Ren untuk "kembali" tapi ternyata gagal. Jika salah satu karakter bisa berubah dari jahat menjadi baik dengan begitu cepat, mengapa yang lain tidak?

Kemunculan Luke Skywalker di akhir film, sang ksatria Jedi terakhir, bisa dipastikan menjadi bridging untuk Episode VIII. Sudah bisa dipastikan, Rey akan menjadi ksatria Jedi selanjutnya di bawah bimbingan Luke. Ini merupakan angin segar dalam STAR WARS mengingat karakter-karakter hero sebelumnya sebagian besar diperankan oleh pria. Kebangkitan The First Order, organisasi antagonis yang baru, juga menjanjikan konflik-konflik lain antara kebaikan versus kejahatan. Untuk menyaksikan kelanjutan kisah epik ini kita harus menunggu tidak terlalu lama karena menurut laman IMDB, STAR WARS Episode VIII dipastikan akan tayang di bioskop tahun 2017 nanti. Kita tunggu saja!


May the Force be with you!