WHAT'S ON TV: MR SELFRIDGE

Land of Fab: MR SELFRIDGE Review
MR SELFRIDGE Review by Land of Fab

Gue nggak pernah menggunakan istilah ini dalam review but I guess there's always be the first time, right? Nah, kata yang tepat untuk menggambarkan serial TV ini adalah: INSPIRASIONAL.

Buat yang masih bingung apa itu Selfridges, di Indonesia ini contohnya kayak Hypermart atau Carrefour, tapi versi yang lebih mentereng. Kalo di Amrik sono mungkin macam Wal-Mart gitu.

Pas baca sinopsisnya, gue ragu buat nonton serial ini. Seems rather boring. Karena pernah dua tahun kerja di mall, gue kurang lebih tahulah gimana rasanya kerja di department store. Iya sih emang nggak mirip, tapi menurut gue somehow nyerempet-nyerempet. 

Seperti kebanyakan serial dari British, episode per season dari Mr Selfridge pun tergolong irit. Cuma 10 episode. Tapi 10 episode itu sukses bikin gue ketagihan. Cerita dimulai pada hari grand opening toko Selfridge ini. Di serial ini diceritakan bagaimana si Harry Selfridge menghadapi berbagai macam tantangan dalam mengelola department store miliknya. Bagaimana cara dia menggaet konsumen, cara dia melakukan promo, strategi marketingnya, cara dia menghadapi kompetitor serta kehidupan pribadinya yang menurut gue cukup kontroversial.

Mengapa serial ini patut gue sebut INSPIRASIONAL? Tak lain karena sosok si Harry Selfridge itu sendiri. Menurut gue, beliau itu punya banyak ide brilian. Tahu etalase kaca besar yang biasanya ada di depan Matahari atau Metro? Nah, si Selfridge lah yang menggodok benar-benar ide "window display" itu. Kalian tahu dari mana asalnya ukuran baju S, M, L, XL yang sekarang ini? Ide Selfridge juga! Pada masanya, setiap busana itu masih tailor-made. Nah, dia kepikiran buat bikin sizing macam itu, dan dengan demikian secara nggak langsung mencetuskan yang namanya busana siap pakai (ready to wear).

Terus soal display. Seringkali kita ketemu pajangan-pajangan jumbo macam patung, manekin atau pohon natal raksasa di dalam mall. Nah, ini juga ide dari Mr. Selfridge! Dia sengaja memajang berbagai macam benda unik di dalam tokonya untuk menarik pengunjung, misalnya mobil Ford seri terbaru. Dia bahkan pernah memajang PESAWAT TERBANG di dalam tokonya!

Belum lagi soal endorsement. Kita kan sering tuh ketemu artis di iklan produk tertentu, contohnya kayak si Emma Stone di Maybelline. Atau jadi brand ambassador, semisal Lady Gaga yang jadi ambassador-nya Polaroid. Endorsement by famous personalities ini juga ide Mr. Selfridge. Waktu itu, dia meminta seorang penyanyi kabaret yang cukup terkenal di London, Miss Ellen Love untuk jadi "Spirit of Selfridge's" alias brand ambassadornya Selfridges.

Intinya banyak banget hal-hal yang bisa kita pelajari di serial ini. Gue sering ter-ooh-ooh, setiap kali si Selfridge ini mengeluarkan suatu ide gila. Gue belajar dari sosok Harry Selfridge ini bahwa dalam berbisnis, kreativitas itu sangat-sangat penting! Selain soal bisnis, gue juga jadi tahu banyak soal kehidupan sosial masyarakat Inggris pada era itu. Kalian tahu nggak kalau pada masa itu wanita DILARANG memakai rok di atas mata kaki?


Makanya, tontonlah Mr Selfridge!