Film Asik: SPECTRE - Akting penutup Daniel Craig sebagai Bond.


Spectre-Review-James-Bond-Daniel-Craig-Land-of-Fab
Dua tahun bukanlah waktu yang singkat. Setelah Skyfall (2012) yang menggetarkan - selamat tinggal Judi Dench! - harapan saya untuk Spectre cukup besar. Jadi begitu Spectre premiere, tanpa menunggu lama saya langsung tancap ke bioskop untuk menyaksikannya.

Di film inilah Daniel Craig terakhir kali berkesempatan memerankan James Bond. Ini juga menambah antusiasme saya terhadap Spectre.

Saya tidak akan mengumbar plotnya disini. Saya hanya akan memberi alasan mengapa film ini layak ditonton dan di saat yang bersamaan, lebih baik ditinggalkan saja. Mari kita mulai dengan berita buruknya.

Alasan tidak menonton Spectre:
- Cerita yang dangkal. Sangat dangkal sampai-sampai saya tidak percaya bahwa Spectre adalah film Bond. Bayangkan film-film bertema action suspense kacangan yang pernah Anda tonton. Seluruh dunia terancam kiamat oleh si antagonis yang sosiopat, si jagoan kesulitan mengalahkannya, kekasih si jagoan di culik dan setelah adegan kebut-kebutan, baku tembak, dan ledakan sana-sini  yang monoton, segalanya kembali baik-baik saja. Ya, Spectre sedangkal itu.

- Pendayagunaan aktor yang kurang maksimal. Spectre mengusung nama-nama besar seperti Ralph Fiennes dan Monica Bellucci. Tetapi akting mereka kurang digali dan hanya diberi dialog-dialog panjang yang bikin ngantuk. Fiennes yang kali ini didapuk memerankan M kurang berhasil mengembalikan aura misterius dan aristokrat M yang bertahun-tahun diperankan Judi Dench. Monica Bellucci bahkan hanya nongol lima menit di film ini, itupun sebagian untuk beradegan ranjang dengan Craig. Dave Bautista yang menjadi "tukang pukul" disini nyaris tidak punya dialog sama sekali dan "mati" dengan cara yang agak payah. Akting Lea Seydoux, si  Bond Girl dalam Spectre malah kelihatan kaku dan terlalu tegang. Bagi saya, aktris Prancis ini tampak seperti manekin yang dipaksa berakting.

- Drama yang menjemukan. Rasanya para penonton di bioskop yang saat itu bersama dengan saya juga berpendapat demikian, karena mereka keluar saat film belum berakhir. Drama yang kental di film-film Bond bukanlah sesuatu yang lumrah, apalagi disamarkan dalam dialog-dialog panjang sok misterius yang membuat orang jengah ketimbang penasaran.

Anda bisa menonton Spectre jika:
- Anda penggemar berat Daniel Craig. Aktor Inggris ini sepertinya mulai meredup, dilihat dari frekuensi film-filmnya yang berkurang setelah Skyfall. Meski kerutan di wajahnya sudah tak dapat lagi ditutupi dan rambutnya nyaris beruban semua, Craig masih tampil prima dalam film ini. Tapi jangan mengharapkan kadar action yang sama layaknya Skyfall karena Anda akan kecewa.

- Anda penggemar mobil sport. Oke, sebetulnya alasan kedua ini cukup mengada-ada karena hanya ada satu Aston Martin dan satu Ferari disini (kecuali Anda juga penggemar Royche klasik). Aksi kejar-kejaran Bond dengan mobil-mobil mewah ini cukup seru meski tidak mengejutkan. Di bawah standar Fast & Furious tapi cukup bisa dinikmati.


Kesimpulannya, saya kecewa dengan Spectre. Ekspektasi saya tinggi terhadap film ini karena Spectre adalah film Bond! Karakter ini telah hidup selama setengah abad dan memiliki penggemar fanatik. Sebetulnya saya mengharapkan hasil yang jauh lebih baik apalagi ini adalah kali terakhir bagi Craig untuk tampil sebagai James Bond. Namun ternyata Spectre hanya menjadi salam perpisahan yang tidak berkesan.