Tips: Hunt Bazaar Like a Pro!

Kalau mau dipikir-pikir mungkin narsis kalau saya melabeli diri sendiri “bazaar-hunter”. Tapi, kalau mau dipikir-pikir lagi, memang itulah kenyataannya. Teman-teman saya sudah lama mengamini predikat ini. Mereka selalu bilang: “Dimana ada gratisan, disitu ada si Joe”. Well, dalam beberapa kasus, saya memang penggemar gratisan. Mulai dari yoghurt yang ditawari gratis di Careffour sampai undian bank berhadiah mobil. Selain itu, saya juga suka segala sesuatu yang murah, bagus, tapi bisa dapat banyak (Ayo buka-bukaan disini! Anda juga kan?) Intinya, Indonesia sekali, hehehe…

Apa mau dikata, itulah saya. Bazaar, sale, pameran, dan event-event serupa sudah jadi kegiatan rutin. Kalau tiap bulan nggak hunting event-event seperti itu kok rasanya hidup ini suram nan menyedihkan (halah!) Jangan ditanya soal uangnya darimana. Dompet tebal tipis, asalkan ada 7000 ongkos PP busway, saya pasti berangkat! (--> contoh yang tidak baik untuk ditiru). Kenapa saya suka acara-acara seperti itu? Tentu saja karena banyak produk-produk harga yang miring. Bukan berarti saya konsumerisme lho… Bagi saya, kalau bisa mendapat kemeja bermerek seharga 80.000 saat sale, kenapa harus membeli dengan harga normal 210.000?

Makanya sekarang saya mau sharing tips-tips soal bazaar. Tidak ada dasar ilmiah dari tips-tips di bawah ini (ya iyalah!), semuanya saya rangkum dari pengalaman semata. Mudah-mudahan bisa membantu. Ok, let’s start!

1. You are NOT Rebecca Bloomwood!
Rebecca Bloomwood - Confessions of a ShopaholicKalimat itu adalah mantra saya setiap kali mau masuk arena bazaar. Ingat tokoh itu di film Confessions of a Shopaholic? Yep, betul. Anda bukan shopaholic, tetapi seorang bazaar hunter. Yang diterapkan adalah prinsip ekonomi: ongkos mini hasil maxi! Bukan berarti kita harus membekukan kartu kredit & debet di kulkas lho… Cukup siapkan uang seadanya. Sesuaikan dengan skala bazaar yang akan kita kunjungi. Kalau bazaar-nya besar seperti JakCloth 2012 kemarin, mungkin bisa bawa uang lebih karena barang yang ditawarkan lebih banyak. Saya pribadi lebih senang membayar cash untuk acara semacam ini karena tidak ribet plus mencegah “gelap mata” lebih jauh. Ingat, your money is your amo but NEVER reload it!
*Ps: Jangan lupa sisihkan uang ongkos terutama jika naik transportasi umum. Jangan sampai kita berhasil memborong banyak barang, tapi ujung-ujungnya malah nggak bisa pulang!

2. Cek toko sebelah!
Seringkali kita langsung ngiler melihat barang-barang di stand pertama yang kita jumpai di dekat pintu masuk. Yang terjadi selanjutnya adalah, kita stuck dan menghabiskan semua amunisi disana. Padahal, banyak barang-barang lain yang lebih bagus (+ bisa jadi lebih murah) di stand-stand lain nun jauh disana. Tau nggak, banyak merchant yang sengaja rebutan posisi di depan justru karena produk-produk mereka “kurang laku”. Coba perhatikan. Saya biasanya mengelilingi dulu semua stand sekedar check-in, setelah itu barulah saya mampir di stand-stand yang saya minati. Dengan begini saya bisa memilih dengan lebih ekonomis. Makanya siapkan juga stamina, selalu bawa air putih dan kalau perlu bekal supaya kita nggak loyo duluan sebelum puas wara-wiri.

3. Grab it first, decide later
No Soul for SalePrinsip ini cocok diterapkan untuk sale dari satu merchant, misalnya Gramedia Book Sale. Jika ada satu barang yang menarik, ambil saja dulu meski mungkin belum tentu akan kita beli. Yang namanya sale, pasti bakal ada insiden rebut-rebutan apalagi terhadap produk bagus yang stok-nya tipis. Tidak usah malu dianggap tukang borong. Di setiap Book Sale, saya selalu tampak “berduit” karena kelihatan memeluk selusin buku walaupun ujung-ujungnya yang saya beli cuma 2. Santai saja, toh ini sale. Kalau ditegur SPG-nya, biasanya saya beralasan: Ini pesanan orang di rumah, saya mau beli semua tapi ternyata uang yang dititip tidak cukup (biasanya ditambah akting pura-pura menelepon). Hehehe… Dicoba saja, selama ini terbukti manjur kok.

4. Get your armor!
No stilettos in bazaar hunting!Weits, jangan diartikan membawa perisai sama golok ya. Maksud saya, kenakan busana yang nyaman. Di suatu sale, seringkali kita harus berdesak-desakan atau bahkan berebut suatu produk dengan bazaar hunter yang lain. Bayangkan kalau pakaian kita nggak nyaman, bisa-bisa robek sana-robek sini, ngintip sana-ngintip sini. Ujung-ujungnya malah kita kalah tempur gara-gara masalah sepele: jeans yang terlalu ketat, misalnya. Kalau saya sih tidak terlalu mempedulikan masalah fashion saat mengunjungi bazaar. Yang penting bersih dan nyaman: kaos dan celana pendek saja cukup.
*Ps: Sebaiknya hindari sandal jepit, heels, atau alas kaki lain yang bertali karena rawan rusak. Pakai alas kaki yang kuat seperti sepatu atau sandal gunung sehingga nggak perlu cemas jika harus lari-larian mengejar sale di stand yang letaknya di ujung kulon!

5. Decide. Commit. Succeed.
Hmm… tiga kata di atas sebetulnya tagline dari Beachbody.com, situs yang menjual training body fitness. Kalau mau diartikan kurang lebih: putuskan, komitmen maka akan berhasil.
Sebelum mengunjungi suatu bazaar, tetapkan satu tujuan mengapa kita harus ke acara itu. Misalnya: saya butuh chino pants yang baru karena jins-jins saya semua sudah lusuh. Intinya, harus punya alasan yang masuk akal. Dengan begitu saat ngubek-ngubek nanti, kita nggak bakal cepat nyerah jika belum ketemu apa yang kita cari. Apalagi jika acara tsb menerapkan biaya karcis masuk, jangan sampai kunjungan kita kesana jadi mubazir. Bukan berarti Anda harus membeli setiap datang ke suatu bazaar. Kalaupun di bazaar tersebut ternyata tidak ada yang sesuai harapan, jangan berkecil hati. Namanya juga bazaar. Dunia nggak kiamat kalau Anda nggak bawa apa-apa sepulang bazaar!

6. Parno Hati-hati
Limit your wallet outcomeYep, ini penting sekali. Jika sudah berdesak-desakan atau dorong mendorong, kadangkala dompet kita terlupakan. Saran saya, pakai tas jika betul-betul perlu. Kalau hanya membawa botol minum dan payung, sebaiknya ditenteng saja – atau gunakan kantong kresek yang tidak menyolok. Untuk menyimpan dompet, HP dan kunci, kita bisa memakai tas pinggang. Yah, memang sih kelihatan kayak ibu-ibu tukang ikan di pasar, tapi soal keamanan lebih terjamin dan ringkas. Pisahkan uang receh dan uang kertas nominal besar karena kalau digabung bisa saja terpisah. Anda tidak mau kan niatnya ngambil recehan buat beli gorengan eh malah gulungan uang biru Anda ikut tercecer. Bukannya kita harus jadi parno, tapi waspada itu perlu.
*Ps: Selalu pastikan dompet dan tas sudah tertutup setelah membayar di kasir. Cek lagi sebelum meninggalkan arena bazaar apakah ada yang hilang atau ketinggalan. Jangan sampai sudah tiba di rumah tapi ternyata kartu kredit ketinggalan di kasir!

Oke, segitu saja tips dari saya. Maaf kalau tulisannya jadi kepanjangan hehehe… Happy hunting!