Film Asik: The Help (2011)


The Help Viola Davis Emma Stone Review Bahasa IndonesiaTahun rilis: 2011
Sutradara: Tate Taylor
Casts: Emma Stone, Viola Davis, Octavia Spencer

 Mungkin layak disebut sebagai sebuah prestasi yang memalukan jika akhirnya saya berhasil menonton film ini. Ya, sebelumnya saya sempat melihat sekilas film ini dan karena alasan kepepet tugas, saya malah menolak untuk menyaksikan “The Help”.
Saat itu saya sama sekali tidak tahu bahwa film ini akan dinominasikan untuk Oscar 2012. Saya hanya melihat ada nama Emma Stone dan Viola Davis disitu. Yang menarik bagi saya sebetulnya bukan si cantik Emma Stone, tapi Viola Davis yang disini didapuk menjadi pemeran utama. Akting Davis sendiri sukses memukau saya dalam beberapa menit penampilannya beradu peran dengan Meryl Streep di Doubt(2008) – yang turut dinominasikan untuk Oscar kala itu.
Bagi saya, Tate Taylor sepertinya tahu kalau dia punya senjata rahasia yang ampuh untuk memastikan film ini banjir penghargaan. Hasil adaptasinya terhadap novel karya Kathryn Stockett ini betul-betul memiliki plot yang kuat mencengkeram. Siapa yang tidak akan tertarik terhadap isu rasisme era Marthin Luther King Jr.? Ditambah dengan jejeran pemain veteran nan watak, tak ayal film ini membuat saya mengumbar decak kagum. 
The Help sedikit mengingatkan saya akan Driving Miss Daisy (1989), yang mengangkat tema serupa: persahabatan antara tokoh kulit hitam dan kulit putih, di masa ketika rasisme bahkan diatur secara legal dalam UU. Tanpa sentuhan efek digital sedikitpun, The Help menyajikan sebuah kisah yang emosional. Kehidupan para asisten rumah tangga kulit hitam alias “the help”, digambarkan dengan ironi yang dramatis, tetapi tidak terasa berlebihan atau mengada-ada. Tidak ada kepedihan yang hiperbolik atau protagonis cengeng yang suka mengasihani diri sendiri. Disini Viola Davis tampil sebagai karakter yang tegar, patuh dan berani mengambil langkah. Beberapa humor yang tepat sekaligus nyeleneh memperkuat rasa film ini. Rasanya sulit untuk tidak tertawa saat Octavia Spencer mengucapkan “Eat my shit!” dengan logat Black-nya yang kental dalam scence pai coklat pembawa bencana.
Meski awalnya sempat ragu, akhirnya saya mengangkat kedua ibu jari untuk film ini. Sebuah adaptasi novel yang menawan. Sekali lagi, The Help membuktikan bahwa salah satu modal utama keberhasilan sebuah film adalah cerita yang matang. Film ini hanya baik ditonton, jika Anda pun siap untuk menontonnya.