Film Asik: The Cold Light of Day

The Cold Light of Day Review Film Indonesia
The Cold Light of Day - Review

(Summit Entertainment)
Genre: Action, Thriller
Starring: Henry Cavill, Sigourney Weaver, Bruce Willis, Caroline Goodall, Rafi Gavron
Director: Mabrouk El Merchi
Running Time: 90 minutes

Ekspresi mengernyitkan dahi ketika keluar dari bioskop memiliki beribu makna, salah satunya dapat ditafsirkan sebagai “Ekspresi kebingungan”. Bingung dengan apa yang baru saja ditonton, bingung dengan maksud dari keseluruhan cerita, bingung dengan tingkah laku pemain. Tujuan film ini untuk “membingungkan” penonton sebenarnya berangkat dari niat baik untuk memancing rasa penasaran dengan cara mengaburkan premis cerita. Apa yang ada dibalik motif pelaku sengaja tidak divisualisasikan dengan harapan penonton terus menerka motif yang sebenarnya, tetapi strategi cerita yang tidak terbangun secara mantap membuat penonton lelah karena terus dibiarkan menebak tanpa diberikan petunjuk yang jelas dan jawaban yang lengkap.

Padahal, proyek keroyokan Amerika Serikat-Spanyol dengan keterlibatan Prancis di posisi sutradara ini memasang aktor sekelas Willis dan Weaver yang selain ditujukan sebagai jualan utama juga diharapkan mampu memoles cerita yang ada. Porsi Willis yang sedikit dan akting Cavill yang terlihat tidak jujur pada beberapa scene mengesankan film besutan El Merchi ini sebagai film yang tidak ditanggapi serius oleh para pemainnya dan malah memanfaatkannya sebagai film pemanasan menjelang perilisan summer box office mereka. Tahun ini Bruce Willis akan muncul di G.I Joe: Retaliation dan The Expendables 2, sedangkan Henry Cavill tak tanggung-tanggung menggandeng peran Superman dalam Man of Steel yang meskipun baru akan dirilis tahun depan namun gembar-gembornya sudah heboh sejak tahun lalu. Bagi Sigourney Weaver, film ini hanya untuk sekedar eksis saja – pertanda bahwa dia masih belum selesai dan masih mampu secara fisik untuk peran laga.

Apabila anda mencari sesuatu yang spesial, berbeda, atau apapun ekspektasi anda terhadap film action yang bombastis anda tidak akan menemukannya disini. Kredit yang bisa diberikan adalah setiap adegan aksi yang ditampilkan, terlepas dari kekurangan yang ada (nanggung banget dan kurang menggigit) namun tidak berusaha dibuat menjadi sok hebat (Henry Cavill tidak akan serta merta berubah menjadi Jason Bourne, tenang saja). Adegan aksi dibiarkan mengalir natural, tidak mengada-ada dan tetap manusiawi. Entah harus dibiarkan seperti itu atau dibuat terlalu dramatis (Henry Cavill tiba-tiba memiliki kemampuan layaknya agen spionase padahal tokoh yang ia mainkan memiliki latar belakang sebagai konsultan bisnis) namun saya lebih memilih untuk tidak dimacem-macemin. Biarlah Will Shaw menjadi tokoh sederhana yang tangguh dengan caranya sendiri.