Film Asik: La Cara Oculta [Colombia]


La Cara Oculta (The Hidden Face)
Release Date: 16 September 2011
Genre: Thriller
Starring: Martina Garcia, Quim Gutierrez, Clara Lago
Director: Andres Baiz

Terkadang itikad baik yang datang dari diri kita sendiri dapat menjadi bumerang dan membawa malapetaka. Bermaksud untuk memberi pelajaran kepada pacarnya, Belen (Lago) meninggalkan sebuah video berisikan pesan selamat tinggal kepada pacarnya Adriana (Gutierrez). Belen kemudian menggunakan bunker rahasia yang diketahuinya dari sang pemilik rumah terdahulu untuk “menghilang”. Sayangnya, Belen meninggalkan kunci bunker yang merupakan satu-satunya alat untuk keluar masuk dari bunker kedap udara, kedap suara dan anti peluru tersebut. Di tengah keputus-asaan mencari cara untuk mengirimkan sinyal ke dunia luar Belen sementara waktu hanya dapat meratapi nasib menyaksikan Adriana dengan Fabiana (Garcia), wanita yang kini menggantikan posisi Belen.

Inilah film Kolombia pertama yang dirilis secara internasional di tahun 2012. Tidak seperti kebanyakan film Hollywood yang cenderung membuat story line seperti ini untuk dititikberatkan pada bagaimana obyek berusaha untuk bertahan hidup dan mencari jalan keluar, menjadikannya one-man show seperti 127 Hours dan Buried film ini justru dimulai dari sudut penceritaan orang-orang sekitar tepat setelah Belen masuk ke dalam bunker. Apa yang akan dilakukan Adri setelah Belen “menghilang”? Bagaimana hidup Adri tanpa Belen? Plot yang ada kemudian dibalik saat film mencapai separuh durasi dimana diceritakan awal mula Adri dan Belen memutuskan untuk pindah ke Bogota, Belen yang menemukan rumah tersebut, tindak-tanduk Adri yang mulai tercium oleh Belen hingga timbul ide untuk menggunakan bunker rahasia. Gaya seperti ini terbukti mampu menggali dan memunculkan karakter asli Adri yang sebenarnya adalah dasar dari cerita yang mengalir di film ini. 

Sutradara Andres Baiz patut diacungi jempol berkat usahanya menghadirkan konsep ilusi di dalam realita. Secara cerdas dan tanpa bertele-tele satu persatu petunjuk mulai menguak dan indah realita yang ada mulai terkoyak. Tak hanya para pemain yang merasa terjebak dalam kecurigaan tapi penonton juga turut dibawa untuk memikirkan jalan keluar dari jebakan atas permasalahan yang mencuat. Semua komponen film hampir mencapai kesempurnaan tatkala eksekusi klimaks tidak dilakukan secara tepat dan penyelesaian yang ditawarkan kurang memuaskan nalar sehingga harapan akan kesempurnaan yang telah diidam-idamkan itu meleset cukup jauh. Bukan masalah besar, karena orisinalitas naskah dan performa akting para pemain sudah merupakan bayaran dengan harga yang sepadan dengan ekspektasi penonton secara keseluruhan.