Music: Lagu Spektakuler


Penggemar setia ajang pencarian bakat Indonesian Idol pasti akan sedikit tergelitik ketika membaca judul artikel ini. Pada Spektakuler Show pertama yang ditayangkan Jumat, 13 April yang lalu kedua juri yakni Anang Hermansyah dan Ahmad Dhani kian memperdebatkan mengenai pemilihan lagu para kontestan. Sebagian kontestan dinilai salah memiliki lagu, karena lagu yang dipilih tidak spektakuler, terlalu mudah untuk mereka nyanyikan, atau terlalu biasa. Dhani dan Anang sepakat bahwa lagu yang grande, melodik dan lirikal kurang lebih bisa dimasukkan sebagai kelompok lagu dengan label spektakuler. Tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya benar. (Agnes bisa protes berat dengan kalimat terakhir. “Di musik tidak ada yang benar dan salah”. Sepakat ?)

Sejujurnya saya cukup sependapat dengan mereka berdua. Setiap lagu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Penyebab kesulitannya multifaktorial, bisa dari lirik yang menggunakan banyak akhiran mematikan (akhiran dengan huruf atau pelafalan –i merupakan yang tersulit sehingga sering sekali terjadi perubahan/penyesuaian bunyi), bisa pula dari jangkauan melodi yang luas atau tempo yang berubah-ubah. Lagu “Kiss From A Rose” yang dinyanyikan oleh Seal memiliki melodi yang naik turun serta jangkauan nada yang luas sehingga tidak heran banyak penyanyi yang kewalahan ketika mencapai refrain. Lagu ini juga memiliki kesan grande yang dibangun dengan apik sesuai dengan alur. Tak pelak banyak penyanyi yang mencap lagu ini sebagai lagu sulit, dan tentunya lagu yang spektakuler. Akan tetapi, sebuah lagu sederhana tanpa banyak pelafalan sulit atau jangkauan nada yang menantang pita suara seperti “Yesterday” yang dinyanyikan oleh The Beatles juga memiliki aura spektakuler. Letak kespektakulerannya yakni pada kesederhanaannya dimana hal ini menuntut lebih dari sang penyanyi untuk menggali emosi lagu secara mendalam dan menginterpretasikan nada demi nada secara tepat sesuai dengan jiwa lagu tersebut.

Selama mengomentari para kontestan, Dhani sempat berpendapat bahwa lagu “I Love You Bibeh” oleh The Changcuters termasuk lagu spektakuler. “I Love You Bibeh” cenderung memiliki nada monoton, tidak grande, dan tidak emosional. Bahkan, lagu ini memiliki kesan riang – tidak seperti kebanyakan lagu spektakuler yang dipercaya awam adalah lagu ballad atau lagu slow (Celine Dion “The Power Of The Dream”, Whitney Houston “One Moment in Time”, Chrisye “Andai Aku Bisa”, Utha Likumahuwa “Sesaat Kau Hadir”). Kemudian, apa yang membuat lagu ini spektakuler ? Jawabannya cukup mudah: soul. Jenis lagu seperti ini membutuhkan kontrol penjiwaan dan penyampaian penuh dalam menyanyikannya, karena apabila terlalu banyak improvisasi dan ornamen lagu disana-sini maka akan terkesan “lebay” dan kampungan (kasus paling sering: Christina Aguilera).

Apakah semua lagu grande dan memiliki melodi akrobatik termasuk spektakuler? Tidak. Apakah semua lagu plain dan ear-candy tidak termasuk spektakuler? Tidak. Musik memang merupakan substansi subyektif, dimainkan dengan rasa dan dinikmati dengan hati. Lagu sendiri merupakan himpunan syair dan melodi. Sedalam apa syair dapat diresapi dan sejauh mana melodi dapat dimainkan, disitulah letak spektakularitas lagu.