Film Asik: Wu Xia (Dragon)

Zack Snyder SHOULD watch this!

Wu Xia Dragon Movie Poster
Image source: thereelbits.com
Gw nonton film ini minggu lalu, tanggal 20, pas sepupu gw ulang tahun. Ceritanya diajakin nonton gitu. Sebagai orang yang ngga pernah nolak gratisan, otomatis ajakan itu gw terima.

Awalnya agak bingung pas ke bioskop lagi setelah 6 bulan mencoba memuaskan diri dengan DVD bajakan dan donlotan film. Apalagi pas tau ternyata yang ada hanya film Asia (which I’m not so into them) dan film lain yang judulnya Something Borrowed (yang bikin recapnya pun gw males).

This film started with the x factor. Cleverly plotted. Akting Donnie Yen sebagai seorang master martial art yang menyamar sebagai ordinary people lumayan impressive. Takeshi Kaneshiro was so different in this movie – a brand new him I should say, the mature yet comical version. Ceritanya sebenarnya nggak inovatif banget, tapi dikemas dengan cara yang beda. Gw suka timing dari film ini yang nge-switch posisi the x factor – yang biasa muncul di explanatory section just after the climax, kini nongol di awal-awal.

Selain unik dari segi cerita, this movie is so orientally beautiful. Scence scenery pegunungan dimana-mana, bener-bener menyejukan mata (apalagi buat gw yang tiap hari ketemunya gedung-gedung, mobil-mobil macet, plus orang-orang berwajah ngga ramah nan egois).

Another appraisal point dari film ini adalah: THE TECHNIQUE! Selama ini gw pikir slow-mo parah itu adalah ciri khas Zack Snyder (one of my fav director) and I was believed no one could do slow-mo better than him. Wu Xia meruntuhkan pemikiran gw itu. Dan yang lebih bikin shock adalah, ini film Asia coy! Chinese-made (though sadly still not Indonesian-made). Slow-mo yang betul-betul smooth, pengaturan focus dan tone yang so gentle-so calm – ini termasuk film yang dari segi visual bikin gw cenat cenut.

Melihat Wu Xia, gw nyadar betapa advanced-nya perfilman Asia sekarang. Dari semua segi, ternyata kita bisa keep up with Hollywood standard. Sekali lagi gw berharap diberi kesempatan buat belajar melakukan such those great things. God let me be the first Indonesian to make that kind of movie!