Film Asik: Priest

Paul Bettany on another “fight-against-evil” movie. Classic but no classy!

Di akhir Da Vinci Code, diceritain kalo Silas si pastor albino yang hobi nyiksa diri sendiri itu mati ketembak. Salah. Dia sebenarnya masih hidup dan mutusin balik ke tuan yang satunya lagi (Alfred Molina sepertinya udah gerah buat make baju uskup lagi yang lumayan sempit di perut itu). Kali ini tuannya si Christopher Plummer. Dia dikasih tugas baru yang lebih menantang, ngeburu vampir coy!  Jreeng jreeeng! Dia pun mutusin buat kombo dengan Maggie Q (yang udah pengalaman main tembak-tembakan – thanks to Misison Impossible III), plus dengan semangat ala Underworld, tapi malah nyasar ke set Tron!

Dan buat tetep ngingetin penonton kalo dia adalah Silas (meskipun disini dia Cuma disebut “Priest”), Paul Bettany pake tanda salib segede tiang di jidat. Parahnya Maggie Q juga ikutan.

Setting – oke. Special effect, cukup fancy dan up to date. Rupanya sutradara Scott Charles Stewart sadar kalo buat bikin film yang laku zaman sekarang dan pantes di kasih embel-embel 3D, perlu banyak bumbu ledakan, tembakan, hujan, benda-benda jatoh ala slow-mo dan extreme close-up dimana-mana. Well, they’re everywhere in this movie. A bit boring, obviously.

Dari segi visual, bagi gw Priest cukup memanjakan mata. Apalagi bagi penggemar film action, scence-scene wajib kayak kejar-kejaran di kereta, kebut-kebutan pake motor (yang sumpah so-Tron!) ato tembak-tembakan (and a bit “gigit-gigitan” though less bloody) ada di film ini. Cuma yang bikin gw ngga berenti cengo dari awal film adalah: THE STORY!

Vampires hunted by pastors or church or someone with holy water and certainly muscles. Cerita kayak gitu mungkin udah diulang kesejuta kalinya di film-film! SO LAME! Harus gw bilang, special effect film ini agak dilecehkan oleh jalan ceritanya yang so repetitious. Nanggung. Kalo beneran mo bikin film action, kenapa juga harus ada holy stuff like this characters so called priest/priestess (with gigantic cross over their noses)? Oke, vampire stuff (with werewolves or elses) memang udah jadi milik Underworld franchise (and Twilight). Yang cukup mengejutkan adalah, film ini ternyata diangkat dari graphic novel berjudul serupa karya Min-Woo Hyung. Dari referensi yang gw baca, jalan cerita graphic novelnya cukup oke. Tapi terlepas diangkat dari graphic novel ato ngga, please, we had enough with vampires!

Gw ngga heran rating film ini Cuma 5,4 di IMDB. Sorry father!