Film Asik: Rekomendasi Layak Tonton Minggu Ini


Recently, gw agak jengah nonton film-film Barat. Kenapa? Hmm, jujur gw ngerasa tertipu. Oops, sori, disini “The Green Hornet” dan “The Fighter” nggak termasuk.

Apa alasannya? Summer blockbuster is just few months ahead and Oscar is a week to come! Seharusnya gw nggak se-lame ini masalah movie. Tapi bukan itu yang bikin gw ger-geran.
Ceritanya dua minggu lalu gw membeli beberapa judul film yang pas nongol di bioskop belum sempat gw tonton. Beberapa memang nggak muncul di bioskop, jadi gw langsung nyari DVD (bajakannya). Awalnya gw excited buat nonton film-film itu, secara semuanya cukup menjanjikan dari segi judul, cerita dan cast. Film-film ini bukan film baru sih, tapi gw yakin kalian pasti tergoda untuk nonton (or at least sekedar ngecek kata2 gw). Namun setelah gw tonton, gw malah jadi bertanya-tanya dan bahkan bingung. Apa gw doang yang merasa tertipu nonton film-film dibawah ini ato kalian juga?

1. Altitude
Beginilah jadinya kalo lo mau menggabungkan cerita ala Inception-nya Christoper Nolan, visual-style ala 300, directing style ala Buried plus cast ala Twilight. Temen gw yang baik; Jerio, nemenin gw nonton film Kanada ini di bioskop karena gw kepincut sama judul dan posternya (small jet flight on the sky with octopus legs chasing it. Who won’t be teased?) Awalnya gw memperkirakan film bergenre fantasy thriller ini bakal sehebat Orphan ato minimal The Sixth Sense-lah. Ternyata; BIG MISTAKE! This is the most riddiculous movie I ever watched! Dari awal film sampai pertengahan, cerita berjalan as slow as a dying slug with soooooo many dialogues! Separo studio udah ketiduran bahkan sebelum film ini hit the climax. Blom lagi jalan ceritanya yang begitu nggak masuk akal – salah seorang pemain keluar kabin saat pesawat di ketinggian beberapa belas ribu kaki buat ngebetulin ekor pesawat yang kesangkut baut. Di akhir cerita semua orang yang gw liat – termasuk gw- geleng2 sama ni film. Tapi dari segi gambar, gw bilang mangstab. Thriller-nya betul-betul berasa meski kebanyakan close-up (low-budget eh?) begitu juga warnanya.  Soal cast, yah, seperti di kebanyakan film2 thriller low-budget lainnya, mereka nggak diminta banyak kok: cukup good looking and ready to scream for almost 90 minutes.

2. The Last Exorcism
Dengan embel-embel kata “Exorcism” dan poster yang nggak kalah teasing, film ini obviously membuat everyone who see it as the other sequel dari salah satu franchise thriller paling hot di Hollywood: “The Exorcist”. Eits, tunggu dulu!
Oke, pertama yang bikin gw langsung ilfeel, film ini dibuat ala documentary. Tapi setelah menghibur diri dengan mengingat-ingat Paranormal Activity, gw jabanin juga sampe selesai. Daaan, gw kecewa. Dari segi cerita, this movie is so much likely the serious version of “Hot Fuzz”. Selain ada bagian Exorcism yang khas dari setiap film berjudul serupa, terjadi split di bagian akhir (the Fireworks plot) yang cukup oke sebetulnya, Cuma jadi jayus coz its documentary style. Mungkin sejak awal sutradaranya memang udah yakin bakal di cap fake, makanya dibuat ala documentary. Yang lebih ngeselin lagi, sejak awal pemeran utamanya si Pendeta, udah ngasih tau kalo dia itu pendeta boongan. Tambah jayus nggak sih? Ibarat mo bikin surprise party tapi udah dikasih tau sebelumnya dan terakhir alih-alih timpuk-timpukan kue ulang tahun kita malah makan siomay. Dari segi akting si anak yang kerasukan, gw bilang dia oke sementara akting yang lain, hmm... gimana ya? A bit “Termehek-mehek” style.

Dua film selanjutnya "menipu" gw, tapi dengan cara lain...
 
3. Obssesed
Why I watched this one, honestly it’s because Beyonce Knowles. Seinget gw, terakhir kali Miss B ke layar lebar adalah waktu di Dreamgirls (2005), dan she got bunch of awards for her role as Deena Jones. Jadi siapa yang nggak bakal nonton film dia selanjutnya?

Yang membuat gw agak kecewa dari film ini adalah the plot which is sooooo COMMON (“Chloe” already took it in 2009)! Seorang suami Derek (Idris Alba) yang sudah beristri (Beyonce) bekerja sebagai pengacara di sebuah firma hukum. Saat itu seorang pegawai baru, Lisa (Ali Larter. Ressurected from The Final Destination eh?) tertarik pada Derek yang gentle dan yep ladies and gentlemen, Lisa is obssesed by Derek and so she tried EVERYTHING to get that man and get rid his wife.
Yang patut diacungi jempol dari film yang cuma rated 4 from 10 by IMDB ini adalah acting of the cast. Soal Idris Alba, I got nothing to say on him. Peran gentleman yang innocent disini dimainkan dengan baik. Dan juara-nya adalah, Beyonce and Ali Larter. Their fight on the last part was the hottest cats fight scence in movie, mengalahkan scence berantemnya Halle Berry dan Sharon Stone di Catwoman. Film ini harus ditonton oleh mereka yang ingin melihat Beyonce mengumpat dan menunjukan keahlian bergulatnya.


4. Shelter
Julianne Moore dan Jonathan Rhys-Meyers in one frame.

Jelas nggak akan ada yang rela to miss this unique combo. Moore yang biasa main di film haru-biru-mendayu-dayu tried to do a lil scream here. Sedangkan Meyers had no sex with everyone here. Sebaliknya dia memerankan complicated psycho characters. Sound interesting?

Ceritanya tentang seorang penjahat, Adam (Jonathan Rhys-Meyers) yang diduga menderita multiple-personalities. Moore (Dr. Cara Harding) diminta oleh ayahnya (Jeffrey DeMunn) untuk membantunya mengatasi kasus Adam yang dianggap unik.
Yang membuat gw tertarik pada film ini adalah, this movie is good! The disappointing part is: some part left unexplained. Film bergenre fantasy-thriller ini menggabungkan unsur-unsur penting yang menurut gw krusial dalam menentukan keberhasilan suatu thriller: family-bound, mystery or new-unsolved-looking-for-answer phenomena and a bit of dark magic (in this movie: voodoo). Gw ga bakal menceritakan lebih, takutnya spoiling. You guys should watch this movie yourself.

So, menjawab pertanyaan yang menjadi judul post ini: BIG TITLES, BIG MOVIES?
Jawabannya adalah: tergantung...
Beberapa film yang memiliki judul yang simple membuat gw tertipu karena gw underestimated mereka. Tanpa perlu poster yang dahsyat (thanks heaven for the Photoshop artists) atau judul yang (entah sengaja atau tidak) dibesar-besarkan plus trailer yang pretty much lies, beberapa film berhasil memikat penonton. Termasuk gw.