2011 Grammy Awards: Showstoppers

Seremoni tahunan Grammy Awards sekali lagi membuka mata saya, "Tidak ada yang mustahil di Grammy". And yet, semua dengan embel-embel Grammy: the show-nominees-red carpet etc. tidak lain tidak bukan terkadang bikin orang mati keheranan. Misterius, tak terduga, penuh tanda tanya, kenapa begini-kenapa begitu. Seusai menyaksikan Grammy, yang thanks a lot kepada "M", sebuah local cable network yang on the last minute "mematikan" Star World which was a fatal mistake karena pada awalnya saya berencana membuat Liveblog (maunya sih nyaingin situs resmi grammy.com. Failed), I got dizzy and heavy (bukan karna bulu-bulu merak Cee-Lo Green). Satu, iklan di RCTI was waaaayyy too frickin much! Dua, yang sama skali tidak berhubungan dengan penderitaan saya di sofa karna stasiun tv yang rese atau serbuan satu batalyon pasukan nyamuk, adalah acaranya sendiri. Sungguh, dari awal acara saya sudah pusing melihat deretan "diva" tua-muda-setengah muda/tua (I'm not a girl not yet a woman, I'm not a woman not yet a grandma) tampil in a tribute to the irreplaceable, the queen of soul Aretha Franklin (long live the queen. cepat sembuh). Barisan ini terdiri dari para diva yang datang dari berbagai genre: Jennifer Hudson (R&B), Florence Welch (Rock Alternative), Martina McBride (Country), Yolanda Adams (Gospel), and Christina Aguilera (questionable). They all tried to be like the queen! Oh baby, it AIN'T NO WAY. But thanks to pay your tribute. Hingga hampir akhir acara saya hampir dibutakan dengan tata lampu panggung saat penampilan Arcade Fire (the one before they accepted the award). It's a flashlights storm!


Forget about how I got so dizzy and heavy. Now let's talk about the show. Sebelum terlupakan, dan dilupakan, the show left some unsolved and unanswered 'stuffs'. Yang paling bikin 'HAH?!" adalah how come Arcade Fire bisa pulang dengan Album Of The Year? And then, who the f*ck is Esperanza Spalding? Hello, kalo dia memang dinominasikan sebagai Best New Artist (yang dia menangkan pula), mungkin The Recording Academy harus re-check fakta dilapangan bahwa she's not that fresh to the music industry. Spalding telah berkarya sejak tahun 2000 (kalo mau hitung kotor dari tahun 2006 when she first came out with 'Junjo'), dan mungkin kalo saya tidak membaca salah satu artikel di internet yang menjelaskan tentang kostum telur Gaga dan arti dibalik penampilannya, saya sudah geleng-geleng kepala putar otak saat menonton Gaga membawakan "Born This Way' for the first time ever.

I won't whining too much, karna nantinya tidak akan sesuai dengan judul (hohoho...). Bicara yang satu ini, tiap tahun pasti ada tetapi dalam kurun waktu sepuluh tahun, hal ini bisa dibilang langka. Beruntung tahun ini, bisa jadi ada satu-dua penampilan yang menjadi one of the best performance on Grammy stage untuk periode 10 tahun mendatang. Harus diakui, penampilan-penampilan tahun ini tidak se-bombastis tahun kemarin. Tidak ada yang bisa menandingi kehebohan P!nk saat bergelantung basah, atau duet Lady Gaga-Elton John as the opening act. Tetapi Grammy tetap mampu menjaga kualitas acara, sehingga paling tidak orang gak akan mematikan tv nya di tengah-tengah acara, sama seperti yang terjadi saat American Music Awards (oh, they sucked. a lot!). 'Lady Antegagum' (Lady Antebellum-Lady Gaga combo pack) jelas menang besar tahun ini, jauh dari yang diprediksikan sebelumnya (Eminem berjaya karna tahun ini hiphop jadi raja. Not happened) Tetapi sayangnya keduanya kurang memberikan 'something more' di atas panggung.

Top 5 Performances

1. Eminem, Rihanna, Adam Levine, Skylar Grey & Dr.Dre medley
 
No one would believe that Dr.Dre and Eminem gave a strong and dark performance on "I Need A Doctor". Skylar Grey, yang sayangnya tidak di focus memberikan nuansa lain pada chorus. Sebelumnya di lagu "Love The Way You Lie (Part II), Rihanna started a little rough. But that's ok karna the whole package is absolutely stunning.


2. Lady Gaga "Born This Way"

 
Inilah untuk pertama kalinya saya melihat performance Gaga yang begitu immature dan sederhana tetapi kuat dan remarkable, meskipun minim pencahayaan dan properti. Lady Gaga seperti 'berbicara dari dalam telur'. Sang penyanyi mengkonfirmasi bahwa dia 'belum lahir sempurna', dan tidak akan menampilkan ke-Gaga-annya hingga album 'Born This Way' dirilis. Another great concept, mother monster! Rawr..
 

3. Muse "Uprising"
 Tampil di panggung Grammy untuk pertama kalinya, British rock band Muse tidak mengecawakan bahkan tampil dengan visualisasi dan konsep panggung yang a-muse-ing. It's an outstanding!


4. Christina Aguilera, Jennifer Hudson, Florence Welch, Martina McBride, Yolanda Adams paid tribute to Aretha Franklin
 See when XTina killed the last note on "Ain't No Way", sebuah solo performance yang menakjubkan dari Yolanda Adams (I felt Aretha's presence from that performance) dan XTina "jatuh" pada akhir penampilan, referred the accident as "A sexy ending". Way to go to fix it, momma!


5. Cee-Lo Green & Gwyneth Paltrow
 It's a beautiful crazy! Colorful stage, the puppets, baju flamboyan like a peacock (jadi mirip Elton John atau Boy George). Unforgettable. 

[ChuuBeatz]