Film Asik: The Tourist


The Tourist – Another Jolie’s hit?


Ratingnya cuma 6 dari 10 di IMBD.

Bertekad membuktikan bahwa rating tersebut pasti ngaco, gw memutuskan untuk nonton The Tourist, yang awalnya gw pikir diangkat dari novel berjudul serupa karangan Olen Stenhauer. I mean, it’s Jolie and Depp! Kombo apalagi yang bakal lebih hot? 

Setelah Tom Cruise dan Cameron Diaz dipertemukan dalam satu frame, gw mulai berani ‘think out of the box’ soal lawan main dalam film. Selama ini memang gw agak kuno soal ini. Gw pribadi beranggapan nggak semua aktor dan aktris bisa menjalin chemistry yang oke dalam film, apalagi film action.
Oke, cukup nostalgianya.

The Tourist ini ceritanya tentang apa sih?
Well, berhubung gw telat sekitar 5 menit masuk bioskop (karena nguber ke WC dulu. In Jolie’s and Depp’s movies, I don’t have time for pee) jadi gw ga bisa menceritakan gimana awal film ini. 

Pas gw masuk, scence sedang memperlihatkan seorang pria (Depp) yang bernama Frank, ngobrol dengan seorang wanita anggun bernama Elise (Mrs. Pitt) di sebuah kereta. Mereka kelihatan saling tertarik satu sama lain dan membicarakan banyak hal tentang diri mereka. Tapi ternyata mereka sedang diawasi. Dinas Agen Rahasia Inggris menguntit mereka dan berusaha menangkap Frank. Namun upaya ini dihentikan sebelum kereta berhenti entah karena alasan apa.

Elise mengajak Frank untuk menginap bersama di suatu hotel di Venesia. Meski keduanya baru bertemu di kereta, tapi mereka tidak terlihat risih. Kedekatan mereka berlanjut, Frank mulai merasakan ketertarikan-nya semakin kuat sama si Elise. Di dalam kamar hotel, Elise mendapat undangan ke pesta dansa dari seorang pria bernama Alexander Pearce. Elise menceritakan kepada Frank kalau Pearce adalah kekasihnya dulu. Elise pun mengungkapkan bahwa menurutnya Frank sangat menyerupai Pearce. Akhirnya malam itu ditutup dengan sebuah ciuman dan Frank yang tidur di sofa. (We all were waiting for you-know-what scence after the kiss but it didn’t happen).

Keesokan paginya, Frank bangun dan menyadari kalau Elise sudah pergi. Saat bersiap sarapan, Frank dikejar oleh dua orang pria asing bersenjata yang hendak membunuhnya. Kedua pria itu ternyata mengira Frank adalah Pearce, kekasih Elise. Merasa bingung, Frank memutuskan untuk lari menyelamatkan diri. Disitu dia ditangkap oleh polisi Italia. Frank menjelaskan kalau dirinya bukan Pearce, bahwa dia hanya seorang Turis, dan telah terjadi kesalahpahaman. Namun dia tetap ditahan.
Malam harinya, kepala polisi Italia membawa Frank ke suatu tempat. Frank mengira dia akan dibebaskan. Ternyata dia diserahkan kepada orang-orang yang hendak membunuhnya waktu itu demi imbalan. Orang-orang itu adalah anak buah Shaw, seorang pengusaha kejam yang dulunya menjadi bos Pearce. Untungnya Elise datang menyelamatkan Frank sebelum kaki tangan Shaw membunuhnya.

Elise mengantar Frank ke bandara dan memintanya untuk pergi. Elise sendiri pergi menemui rekannya di Dinas Agen Rahasia Inggris. Dia ternyata seorang agen. Disitu dia menyatakan kesediaannya menangkap Alexander Pearce, kekasihnya dulu, pada pesta dansa nanti malam. Elise takut terjadi kesalahpahaman lagi sehingga muncul korban lain seperti Frank.


Malam harinya, Elise pergi mengunjungi pesta dansa. Disitu, para agen lain bersiaga untuk menangkap Pearce yang diduga akan muncul. Saat sedang menunggu, Elise mendapatkan sebuah amplop yang ditujukan untuknya. Elise pun mengejar pria pemberi amplop itu karena menduga dia adalah Pearce. Tapi dia malah bertemu Frank yang memutuskan untuk kembali. Elise dengan tegas meminta Frank untuk pergi, namun dia menolak. Akhirnya Frank dibekuk oleh agen-agen lainnya karena dianggap mengganggu tugas pengintaian Elise. Elise melanjutkan tugas dengan mengunjungi sebuah alamat yang ditulis didalam amplop yang diberikan padanya itu.

Sesampainya di alamat itu, Elise ternyata dibuntuti oleh Shaw dan anak buahnya. Shaw berhasil menangkap Elise di suatu tempat. Sementara itu, Frank ditangkap oleh rekan agen Elise (I forgot this man name, so let’s called him Sergeant). Sergeant pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Alexander Pearce pernah menjadi bankir bagi Shaw, dan dia telah mencuri uang sebesar 744 juta dollar dari rekening si pengusaha. Itulah sebabnya Shaw mengejar-ngejar Pearce. Dia menginginkan uangnya kembali.

Di lain pihak, Shaw yang sedang menawan Elise memaksa wanita itu untuk memberitahukan dimana Pearce menyimpan uang-uang itu. Elise mengaku tidak tahu. Shaw memaksa dan mengancam akan membunuh Elise. Sergeant yang turut membuntuti Elise, tidak berusaha menolong rekannya karena beranggapan Pearce yang asli akan muncul demi kekasihnya. Namun Pearce tidak kunjung muncul. Disaat Shaw hampir melukai Elise, Frank muncul dan mengaku sebagai Alexander Pearce. Shaw terkejut melihat Frank dan tidak 

mempercayainya. Frank beralasan, selama ini dia memang berusaha menyembunyikan tampang aslinya karena dia sedang dalam persembunyian. Elise kaget melihat Frank dan berusaha mencegah Shaw percaya bahwa Frank adalah Pearce. Di akhir cerita, Shaw dan anak buahnya dilumpuhkan tepat sebelum Frank dan Elise diminta membuka sebuah brankas yang katanya menyimpan semua uang-uang itu.

Ending ceritanya memang agak jayus. Jadi diceritain kalo saat itu, agen yang lain berhasil menangkap orang lain yang diduga sebagai Alexander Pearce yang asli. Pria ini (sebut saja The Stranger) mengaku bahwa dia Cuma dapat SMS yang menyuruhnya melakukan ini-itu; mengirim Elise bunga, mengundang Elise ke pesta dansa dan menyerahkan amplop. Sms2 itu dari Alexander Pearce yang asli. 

Sementara itu Elise pergi bersama Frank, yang ternyata adalah si Alexander Pearce (nah lo, bingung kan?) Jadi Alexander Pearce memang mengubah wajahnya (US$ 20 million only for plastic surgery in Brazil) sekaligus identitasnya menjadi Frank Tupelo, seorang guru Matematika dari Wisconsin. Frank-Pearce pun mengembalikan uang2 yang dicurinya dari Shaw (yang udah ditembak mati) pada polisi dalam bentuk cek. Problem solved. The case is closed.

Jadi ini film tentang apa?

Di akhir film ini, gw berpikir kalo Jolie sama Depp MUNGKIN udah bosen main film-film oke sehingga mereka memutuskan untuk main disini. Bukan berarti film ini jelek. Twist di akhir cerita (Frank ternyata adalah Pearce yang selama ini dicari-cari) cukup membuat penonton kaget (plus bingung) meskipun trik cerita seperti ini cukup common. Film ini menganut alur kembang api, dimana dari awal  aman dan damai sampai akhirnya meledak. Penonton yang cukup cerdas mungkin udah bisa ngeduga bakal ada kejanggalan dibagian akhir kalo sadar bahwa dari awal sampai tiga perempat film, tidak ada keterangan tambahan mengenai siapa si Pearce ini sebenarnya dan detil hubungan-nya sama si Elise (If this Alexander Pearce such a really important character, why won’t there be another explanation except they’re hiding it for the end?) DI beberapa bagian bahkan terkesan monoton dan asal-asalan (dua orang asing – yang ternyata memang udah kenal - bertemu lalu jatuh cinta. Agak basi nggak sih?)

Akting Depp dan Jolie sendiri terlihat standar. Chemistry keduanya terbangun rapih dan baik, but not-so super though. Mungkin hal ini sulit, mengingat keduanya punya franchise citra masing-masing. Jangan harapkan Jolie melompati dinding sambil menembakkan senapan layaknya Evelyn Salt disini. Atau Depp yang mengenakan riasan konyol dan bertingkah gila seperti di Alice in Wonderland atau Pirates of Carribean. Secara keseluruhan, film ini cukup menghibur bagi kita yang kangen akan keduanya. Nggak ada yang istimewa. Unsur komedi yang diselipkan di beberapa bagian seharusnya cukup memberi clue kalau film ini memang nggak akan sebombastis (plus seserius) yang kita bayangkan.

Jadi, ngejawab pertanyaan di awal review; The Tourist: Jolie’s next hit?

The answer (for me) is: NO... L